Covid-19 dan Dampaknya Bagi Sektor Ekonomi Syariah - SCIED UIKA

Selasa, 29 September 2020

Covid-19 dan Dampaknya Bagi Sektor Ekonomi Syariah

Corona, Coronavirus, Virus, Darah, Plasma, Plasma Darah

COVID-19 DAN DAMPAKNYA BAGI SEKTOR EKONOMI SYARIAH    

    Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona (COVID19) adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus karena infeksi pada sistem pernafasan yang dapat menyebabkan gangguan ringan pada sistem pernafasan, infeksi paru-paru yang berat, bahkan hingga kematian. Virus ini menyerang kepada siapa pun, bahkan lakilaki maupun perempuan, tua muda, hingga anak-anak maupun orang dewasa. Infeksi virus Corona atau COVID-19 ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019 dan virus ini dapat menular dengan sangat cepat dan telah menyebar hampir ke semua negara, termasuk Indonesia  hanya dalam waktu beberapa bulan. Hal tersebut membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebaran virus corona, di Indonesia sendiri diberlakukan kebijakan


    Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini. Akibat dari virus corona ini yang juga terjadi di Indonesia tidak hanya mengancam kesehatan dan nyawa manusia, tetapi juga tururt memberi tekanan sosial dan ekonomi, terutama sektor ekonomi syariah yang berlandaskan kepada prinsip-prinsip syariah Al-qur’an dan hadist. Dampaknya begitu besar di beberapa sektor yaitu perbankan syariah, pasar modal syariah, hingga industri keuangan nonbank syariah. Ini juga berdampak bagi para pebisnis syariah saat ini, diantaranya pemerosotan minat terhadap produk-produk bisnis syariah, hotel-hotel syariah serta paket perjalanan wisata syariah dan juga biro perjalanan umroh maupun haji karena pemerintah Arab Saudi tidak memberlakukan ibadah haji pada tahun ini, karena jika dilihat saat ini virus corona diseluruh dunia maupun Indonesia belum begitu mengalami penurunan yang signifikan  akibatnya jika dibuka atau memberlakukan ibadah haji seperti tahun sebelumnya khawatir dapat menjadi cluster baru penyebaran covid-19.  


    Salah satu upaya yang dapat dilakukan misalnya, dengan perlahan meningkatkan di sektor pariwisata untuk mengakomodasi dalam menangani wabah ini, dan juga tidak mengimpor barangbarang dari luar negeri yang akan terus mengeluarkan uang negara alangkah baiknya jika kita selalu mengekspor barang-barang dalam negeri karena, banyak karya kreatif hasil anak bangsa yang dapat diekspor ke luar negeri yang akan menambah pendapatan dalam negeri. Selain itu, pemerintah dapat memangkas tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia, upaya ini juga agar pertumbuhan penggangguran tidak banyak dilihat dari akibat wabah ini banyaknya para pekerja yang diberhentikan. Dan juga dengan dimulainya New-Normal dalam situasi covid-19 ini perkantoran, mall, dan usaha binsis lainnya mulai dibuka karena diperbolehkan beraktifitas seperti biasa akan tetapi tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini juga sekiranya membawa angin segar terhadap pelaku ekonomi syariah untuk meningkatkan kembali dan menarik minat masyarakat untuk bermuamalah secara syariah. Dan upaya lainnya, pemerintah dapat menerapkan ekonomi syariah dengan bekerjasama dengan lembaga-lembaga syariah baik dalam bidang keuangan maupun bidang lain dalam menjalankan perekonomian karena memberikan hasil yang baik, agar Indonesia tidak selalu terlilit hutang karena bunga yang terus meningkat, ini dapat dilakukan secara bertahap dan berdampak positif. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari wabah virus yang tidak hanya terjadi di Indonesia bahkan seluruh dunia agar kita semua senantiasa selalu bersyukur dan lebih mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata’ala.  

Penulis : Fajriah salim

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda