Teori Pembangunan Ekonomi: "Model Ketergantungan Neokolonial" - SCIED UIKA

Selasa, 24 Maret 2020

Teori Pembangunan Ekonomi: "Model Ketergantungan Neokolonial"


Model Ketergantungan Neokolonial

Keterbelakangan bukanlah sebuah keadaan awal yang memang harus dialami suatu negara sebelum mencapai taraf kapitalisme, melainkan merupakan suatu akibat serta bentuk khusus dari kemajuan kapitalis yang patut disebut sebagai Dependent Capitalism

Ketergantungan adalah suatu keadaan yang mengakibatkan aktivitas pengelolaan dan upaya menciptakan kemajuan perekonomian dari sekelompok negara tertentu didikte dan diatur oleh negara lainnya. 

Hubungan saling ketergantungan diantara dua atau lebih perekonomian atau antara sejumlah perekonomian dengan sistem perdagangan dunia, acap kali sangat timpang sehingga suatu hubungan ketergantungan langsung tercipta begitu beberapa negara kaya memperluas jangkauan ekonominya ke luar batas wilayahnya. 

Sedangkan perekonomian lainnya, karena nasib buruknya terpaksa berada pada situasi ketergantungan, hanya dapat memperluas perekonomiannya sebagai suatu refleksi dan perluasan yang dilakukan oleh negara yang dominan.

Tindakan negara dominan itu memberi banyak pengaruh, baik yang positif maupun negatif, terhadap berbagai usaha pembangunan jangka pendek dari kelompok negara yang lemah. Sebagai akibatnya, dalam banyak kasus, situasi Ketergantungan tadi mengakibatkan negara lemah tersebut semakin terbelakang dan semakin banyak dieksploitasi.

Negara yang dominan 

diberkahi keunggulan teknologi, kekuatan dagang, kelebihan modal, dan berbagai faktor sosiopolitik yang jauh mengungguli kelompok negara lemah yang bergantung pada mereka. Negara kuat mampu mendominasi dan memeras negara lemah dalam berbagai cara sesuai dengan keunggulannya yang terbentuk dari perjalanan sejarah masing-masing. Pada prakteknya, memang mereka tidak ragu untuk mengeksploitasi sebagian besar surplus negara lemah.

Dengan demikian, ketergantungan tersebut sesungguhnya didasarkan pada suatu bentuk mekanisme pembagian kerja internasional yang sangat timpang, yang hanya memungkinkan kemajuan industri terlaksana dibeberapa negara dominan saja, dan dalam waktu yang bersamaan menghambat pembangunan dibeberapa negara lainnya, yang pertumbuhannya memang amat ditentukan oleh dan tunduk kepada pusat-pusat kekuasaan dunia yang terdiri dari negara-negara kuat.

(Theotonio Dos Santos)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda