Halal Lifestyle, Tidak Hanya Sekedar Tren - SCIED UIKA

Kamis, 12 Maret 2020

Halal Lifestyle, Tidak Hanya Sekedar Tren

   

Pengertian Halal Lifestyle


  Lifestyle adalah cara dalam menjalani kehidupan atau gaya hidup dalam pandangan umum/menyeluruh. Hal ini ditunjukkan dalam beberapa hal antara lain; sikap, kebiasaan dan penggunaan barang-barang yang dikaitkan dengan orang tertentu atau pun masyarakat, yang meliputi pola tingkah laku dalam kehidupan professional (lingkungan kerja) maupun pergaulan sehari-hari.

   Dinilai dari aktivitas, cara berfikir/menyampaikan pendapat, nilai-nilai yang dijunjung serta tujuan dan kepentingan yang mereka miliki. Lifestyle/gaya hidup dipengaruhi beberapa faktor antara lain, budaya, keluargalingkungan serta tingkatan ekonomi. (Lewis, T. 2010, Tomlinson, M. 2003).

   Lifestyle dalam istilah arab menggunakan kalimat نمط الحياة  (namat al-hayah) yang disandarkan pemaknaannya dengan pemaknaan kalimat الإيمان dan  العمل الصالحyang juga menjadi kata kunci dalam pembahasan Halal Lifestyle. (Mohammed Rida, 2014).

    Halal adalah istilah yang digunakan dalam ajaran islam yang pemaknaannya memiliki arti yang berlawanan dengan kata Haram. Haram sendiri memiliki arti sesuatu yang dilarang baik dari segi penggunaan serta perubuatannya. Halal merupakan kata yang memiliki makna yang berlawana dengan kata haram yang berarti segala hal yang tidak dilarang penggunaannya maupun perbuatannya.

   Dalam pembahasan halal haram lebih cenderung mengenai tentang pembahasan mu’amalah yang mempunyai kaidah dasar “الأصل في المعاملة الإباحة إلا دل الدليل على تحريمه” yang mempunyai dasar pemaknaan bahwa segala hal yang berkaitan dengan mu’amalah adalah boleh kecuali ada dalil yang mengharamkannya atau melarangnya.

    Kaidah di atas sejalan dengan hadits arbain yang ke 30. “Dari Abi Tsa’labah Al-khusyani Jurtsum bin Nasyir Ra dari rasulullah Saw, Beliau Bersabda : “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menetapkan kewajiban-kewajiban, maka janganlah kalian megabaikannya, dan telah menetapkan batasan-batasannya maka janganlah kalian melampauinya. Dia telah mengharamkan yang diharamkan maka janganlah kalian melanggarnya. Dia mendiamkan sesuatu sebagai kasih saying bagi kalian dan bukan karena lupa maka  janganlah kalian mencari-cari tentangnya.” (HR. Duruquthni dan lain-lain).

   Dapat diambil kesimpulan berdasarkan kaidah dan hadits di atas bahwasanya Islam memberikan kebebasan bagi para pengikutnya untuk melakukan apa saja dan memanfaatkan apa saja ( asalkan tidak keluar dari batasan dan tidak melanggar larangan yang telah ditetapkan. Dalam bermu’amalah (Beraktivitas sehari-hari diluar ibadah) kita diberikan kebebasasan untuk berekspresi dan berkreativitas selama kita memperhatikan larangan-larangan yang telah ditentukan dan tidak keluar dari batasan-batasan yang telah ditetapkan.

   Jadi dapat disimpulkan bahwa Halal Lifestyle adalah cara atau gaya hidup yang tidak melanggar larangan dan tidak melewati batasan yang telah ditetapkan Islam kepada para penganutnya. Dan hal ini juga menunjukkan bahwa islam bukanlah agama yang mengekang dan tidak memberi keleluasaan bagi para penganutnya untuk mengekspresikan dirinya.

    Hanya saja islam tetap menggariskan batasan dan larangan yang sesuai dengan konsep keislaman yang menyatakan bahwa apa saja yang kita lakukan dan didasarkan pada keimanan dan ketaatan akan dianggap sebagai amal sholeh dan memperoleh pahala di sisi Allah. Sehingga Halal Lifestyle tidak hanya berdampak pada kehidupan ummat islam di dunia tapi juga bernilai untuk kehidupan akhirat nanti.

Sektor-Sektor Halal Lifestyle


    Sektor makanan yang menjadi tonggak penting gaya hidup halal didasarkan pada begitu detailnya islam menjelaskan tentang apa saja yang tidak boleh dikonsumsi dan besarnya kesadaran masyarakat islam untuk memilah barang yang mereka beli dan untuk menghindarkan diri dari mengkonsumsi makanan dan minuman yang diharamkan.

    Awarness ini lalu kemudian perlahan menyebar pada hal-hal lain didorong oleh semakin besarnya pemahaman ummat islam terhadap ajaran agamanya dan membuka mata mereka bahwa ajaran islam tidak hanya berkisar tentang ibadah serta mengatur tentang halal-haram makanan saja.

    Besarnya pemahaman ini disertai dengan meningkatnya keinginan untuk mengaplikasikan ajaran islam secara universal (kaffah) mendorong lahirnya fenomena halal lifestyle yang secara sederhana merupakan perluasan dari keinginan masyarakat islam untuk menjalankan ajaran agamanya di sektor yang lebih luas.

     Halal lifestyle yang sedang trend di Indonesia saat ini terdiri dari sektor makanan halal, keuangan syariah, perjalanan/pariwisata halal, pakaian atau busana halal, obat-obatan halal, kosmetik halal dan perawatan medis (rumah sakit) halal.

    Keuangan syariah menjadi sektor selanjutnya yang mengalami fenomena booming didorong oleh kekhawatiran ummat islam terhadap keuangan konvensional yang meganut sistem bunga, dengan meningkatnya ekonomi di timur tengah pada abad 20 membuat posisi bank dalam sistem ekonominya menjadi bagian penting namun diikuti dengan kekhawatiran akan dekatnya definisi bunga dengan riba yang merupakan hal yang sangat dilarang keras dalam ajaran islam.

    Hal ini kemudian mendorong Negara-negara islam untuk membentuk sistem keuangan syariah yang lebih ramah terhadap aturan islam. Busana halal lebih terfokus pada kebutuhan para muslimah untuk tampil prima tapi tetap sesuai dengan batasan dan aturan islam, juga memberikan opsi-opsi yang sejalan dengan kaidah berpakaian yang tertera daam aturan berhijab. Sehingga keinginan para wanita muslim untuk tampil dan bergaya tidak terkesan dibatasi dengan tetap adanya variasi dan inovasi dalam berbusana namun berada dalam koridor syariat islam.

    Obat-obatan halal juga cukup memberikan warna dalam perkembangan halal lifestyle dengan menjamurnya sistem dan pola pengobatan nabawi, kemudian obat-obatan herbal yang juga banyak disandarkan pada pola pengobatan di zaman nabi yang memberikan alternatif kepada ummat islam selain dari pengobatan kedokteran yang telah ada.

   Pariwisata halal muncul kemudian dengan meningkatnya permintaan dan kebutuhan akan perjalanan dan wisata yang lebih memudahkan bagi keluarga muslim yang ingin melepaskan penat dengan berlibur namun menginginkan pelayanan dan fasilitas dan sesuai dengan ajaran islam.

    Kosmetik ikut terbawa untuk mmunculkan label halal dalam produknya terlepas dari belum  adanya standar yang jelas yang digunakan untuk menentukan tentang batasan dan larangan dalam penggunaan kosmetik itu sendiri. Tapi dengan bertumbuhnya permintaan (demand) terhadap produk halal. Perusahaan kosmetik berlomba untuk mengeluarkan produk yang diklaim cocok buat orang-orang yang ingin tampil lebih “sempurna” tapi tidak melepaskan label syar’i darinya.

     Fasilitas medis/rumah sakit halal juga mulai menjadi perhatian bagi sebagian konsumen muslim yang menginginkan jaminan pelayanan dan pengobatan yang dia terima sesuai dengan aturan dan syariat islam, walaupun tuntutan akan kehadiran pelayanan ini belum sebesar permintaan dari segi halal lifestyle lainnya. Dengan menjamurnya trend halal lifestyle dalam pola hidup masyarakat saat ini cukup memberikan dampak yang baik dalam keberlangsungan penarapan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari ummat muslim. Masyarakat sudah mulai belajar dan sadar islam bukan sekedar agama  yang mengatur hubungan seseorang dengan Tuhan, tapi juga memberikan panduan dalam kehidupan dan pergaulan sehari-hari.

     Islam mengajarkan tata krama dalam berkomunikasi, menanamka nilai-nilai sosial yang dijadikan dasar dalam membangun masyarakat yang madani, menjembatani penyelesaian masalah yang terjadi, serta menumbuhkan ketenangan rohani karena setiap aktifitas didasarkan atas ketaatan pada Ilahi. Halal lifestyle tidak hanya memberikan pilihan yang lebh baik dari pilihan gaya hidup yang telah ada, tapi juga memberikan nilai lebih yang tidak dimiliki oleh gaya/pola hidup yang lain.

  Yakni ikut dilibatkannya spiritualitas dalam penerapannya yang pada hasilnya tidak hanya memberikan kepuasan lahiriah tapi juga kepuasan bathiniah yang ditimbulkan oleh perasaan bahagia dan bersyukur telah mengaplikasikan aturan Agama dalam kehidupan sehari-hari.

    Semangat yang melatar belakangi keinginan untuk mengikuti trend ini juga bisa menumbuhkan semangat untuk lebih dalam lagi mempelajari ajaran agama dan lebih ketat lagi dalam mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.

  Kepuasan dalam mengekspresikan diri dengan bebas dan tetap berada dalam koridor agama juga dapat mengispirasi orang-orang disekitar untuk megikuti gaya hidup tersebut meski pada awalnya hanya diniatkan untuk mendapatkan kebahagiaan yang sama dengan panutan yang ia ikuti.

     Dengan adanya kecenderungan ini diharapkan agar mereka juga bisa mendapatkan inspirasi tidak hanya dalam bergaya tapi juga nilai-nilai yang ada dalamnya untuk mempengaruhi cara pandang dan pola hidup mereka, walaupun pada prosesnya tidak semudah dan tidak semulus yang diharapkan.

  Halal lifestyle juga bisa menjadi opsi dakwah khususnya kepada para anak muda untuk mengenalkan ajaran islam lewat gaya/style dan way of life/cara menjalani kehidupan yang sesuai dengan syariat islam sehingga bisa lebih mendekatkan mereka kepada agama dan mengenalkan mereka akan indahnya hidup yang berlandaskan islam kaffah.

    Dalam pengaplikasian halal lifestyle, fokus tidak hanya diberikan pada sisi halalnya saja karena dalam islam dalil-dalil yang menyebutkan kata حلال biasanya diikuti dengan kata طيّب, jadi sesuatu itu tidak hanya dilihat boleh tidaknya, tapi juga diperhatikan kebaikan dan manfaatnya bagi diri dan lingkungan.

  Segala yang dilarang tidak boleh dilanggar walaupun dengan alasan hal tersebut mendatangkan/menghasilkan sesuatu yang baik. Dan sesuatu yang dibolehkan tidak serta merta dilakukan karena belum tentu memberikan kebaikan atau manfaat bagi orang tersebut, bergantung pada tujuan dan kepentingan yang mendasari individu untuk menggunakan atau melakukan sesuatu yang halal tersebut.

     Kemanfaatan dan hasil/akibat dari apa yang ingin dilakukan juga harus dijadikan pertimbangan penting dalam mempraktekkan halal lifestyle, jadi tidak hanya melihat dari boeh tidaknya hal tersebut digunakan atau dilakukan, tapi juga memperhatikan apa efek yang akan datang ketika kita menggunakan/melakukan hal tersebut.

   Sehingga halal lifestyle yang dipraktekkan tidak sekedar menunjukkan gaya hidup yang sesuai dengan ajaran islam tapi juga bisa membuktikan bahwa dampak yang dihasilkan dari halal lifestyle itu sendiri bisa memberikan warna positif dalam kehidupan ini.

Penulis Nashrullah, SE

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda