Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dengan Pariwisata Halal - SCIED UIKA

Sabtu, 23 Februari 2019

Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dengan Pariwisata Halal


Lombok adalah daerah yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lombok terkenal dengan pesona pantai dan keindahan alamnya. Lombok terkenal dengan pulau dengan 1.000 masjid, memiliki potensi yang sangat besar dan dapat dikembangakan sebagai pariwisata halal. Jumlah wisatawan yang dating ke Lombok meningkat 50% dari 1 juta wisatawan di tahun 2016 menjadi 1,5 juta di tahun 2017. Dan mayoritas wisatawan berasal dari Australia,Malaysia,Singapura. Lombok telah dicanangkan sebagai the best destination for halal tourism resort di dunia dari CNBC Indonesia di tahun 2017 dan mastercard-crescentRating global muslim travel index (GMTI) di tahun 2018Provinsi NTB mendapatkan tiga penghargaan di ajang the world halal tourism awards 2016. Kemudian pemerintah daerah mensahkan peraturan Derah No.2 tahun 2016 tentang periwisata halal. Dalam hal kegiatan perekonomian tentunya sangat banyak sector yang menjadi pendapatan Negara salah satunya melalui pariwisata halal. 


 Lombok berperan serta dalam menambah pendapatan Negara melalui pariwisata halalnya. Tentunya banyak orang yang ingin berlibur setelah lelah bekerja salah satu destinasi yang cocok adalah pergi ke Lombok dengan pesona alamnya. Pariwisata halal ini mencakup semua kegiatan yang sesuai dengan syariah mulai dari tarifnya yang syariah, aturan nya pun yang sesuai dengan ajaran islam, Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh mastercad dan GMTI 2016,Indonesia menduduki posisi ke 4 negara terpopuler yang dikunjungi oleh wisatawan muslim dunia, yang pertama yaitu Malaysia, United Arab Emirates dan Turkey. Ada beberapa hal yang menjadikan Malaysia dengan urutan pertama Negara terpopuler yaitu Malaysia serius menggarap sector bisnis syariah, dan berbagai kebijakan dikeluarkan oleh pemerintah Malaysia guna mendukung pariwisata halal ini, berbagai Infrastruktur dibangun sedemikian rupa, promosi yang gencar dan secara massif, dan adanya regulasi yang kuat sangat berpengaruh dalam meningkatkan jumlah wisatawan local maupun asing. 

Dengan modal sebagai juara umum WHAT 2016 seharusnya Indonesia harus lebih termotivasi lagi dalam mengembangkan sayap pariwisata Halal ini diharapkan pemerintah melalui Kemenpar dapat mencontoh beberapa kebijakan yang ada di Malaysia seperti pembangun infrastruktur, pembuatan regulasi yang kuat, dan mengadakan kerjasama dengan pihak Negara lain. Ada beberapa aspirasi yang dikemukakan oleh berbagai macam elemen masyarakat yakni melalui Majelis Ulama Indonesia, MUI mengusulkan untuk diadakan pembuatan UU khusus tentang pariwisata syariah, usulan ini sangat bagus dan layak untuk dipertimbangkan pemerintah karena potensi pariwisata di Indonesia sangat besar dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa.

Telah dilaksanakan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018, pertemuan tersebut merupakan kegiatan internasional pertama yang diselenggarakan di Lombok. Dihadiri delegasi yang berasal dari berbagai Negara, tema yang diangkat mengenai Strengthening Islamic Economy Through Halal Tourism: Challenges, opportunities and prospects. Dengan panel yang berisi dari para ahli ekonomi syariah diantaranya yaitu Prof.Dr.Humayon Dar(Saudi Arabia), Direktur Jenderal Islamic Research And Training Institute (IRTI)- Islamic Development Bank dan Fazal Bahardeen, CEO GMTI Mastercard Crescent Rating, Singapore. Dalam diskusi ini para pembicara menyatakan besarnya potensi pariwisata halal untuk dikembangkan karena Indonesia merupakan Negara muslim terbesar di dunia, wisata halal itu agar berjalan sebagaimana rencana harus bekerjasama dengan berbagai Negara, pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mendorong pengembangan wisata halal kerja sama juga perlu dilakukan dengan pemangku kepentingan di daerah-daerah wisata halal.

Dengan segala potensi yang dimiliki oleh Indonesia, Pemerintah memasang target di akhir masa kepemimpinan Bapak Jokowi pada 2019 yakni target wisatawan muslim yang dating ke Indonesia sebanyak 242 juta perjalanan. Kemudian pemerintah melakukan langkah langkah konkret yaitu dengan memenangkan penghargaan internasional, promosi, dan pemasaran terintegrasi di pasar internasioanl serta penguatan daya saing atraksi. Langakah perbaikan selanjutnya yaitu dilakukan oleh Rosiyadi Sayuti selaku sekertaris Daerah Provinsi NTB, beliau berkata untuk memenuhi kebutuhan wisatawan perlu adanya penyesuaian baik dalam hal transportasi, akomodasi, layanan masyarakat, Rosiyadi mencontohkan bandara, beliau berharap semoga aneka markanya dan pengumuan melalui pengeras suara bisa ramah terhadap wistawan muslim sehingga memudahkan mereka dalam mengakses pelayanan yang mereka butuhkan di bandara.

Informasi yang dikutip dari The Journal of Tauhidnomics Vol.1 No.1 (2015) : 73-80 yang berjudul Analisis Pasar Pariwisata halal Indonesia yang penulisnya yaitu Kurniawan Gilang Widagdyo mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia memiliki enam target utama untuk periode 2014-2019 (Kemenpar,2015) :
a. Kontribusi pariwisata terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) meningkat dari 9% pada 2014 menjadi 15% pada 2019. Hingga November 2015, kontribusi pariwisata terhadap PDB sebesar 9,5%.
b. Devisa meningkat dari Rp. 140 triliun pada 2014 menjadi Rp.280 Triliun pada 2019. Saat ini kontribusi Pariwisata terhadap PDB Nasional diperkirakan mencapai 4 persen dengan devisa Rp.155 Triliun.
c. Kontribusi terhadap kesempatan kerja meningkat dari 11 juta pada 2014 menjadi 13 juta pada 2019
d. Indeks daya saing pariwisata meningkat dari peringkat 70 pada 2014 menjadi 13 juta pada 2019
e. Jumlah kedatangan wisatawan mancanegara meningkat dari 9,4 juta pada 2014 menjadi 20 juta pada 2019. Hingga September 2015, jumlah wisman adalah 8,69 juta.
f. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara meningkat dari 250 juta pada 2014 menjadi 275 juta pada 2019.

Untuk mencapai target tersebut, maka Indonesia membagi  pariwisata menjadi wisata budaya, alam dan produk. Pengelompokan wisata diatas didasarkan pada Undang Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan Indonesia.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda