SHARIA ECONOMIC AS A TRUE GREEN ECONOMY - SCIED UIKA

Minggu, 05 April 2015

SHARIA ECONOMIC AS A TRUE GREEN ECONOMY

(Save Our Earth In Fiqh economics Umar Radiyallahu Anhu)

oleh. Maya Andriani, Ayu Yusnia, Muhamad Ramdani 

Perubahan iklim merupakan isu yang sangat urgent untuk diatasi dan dicarikan solusi dalam mengatasi hal tersebut. Kalau perubahan iklim timbul dari hubungan sebab-akibat antara efek rumah kaca dan pemanasan global maka keberlanjutan bisnis perorangan juga merupakan hubungan sebab-akibat antara perilaku bisnis dan lingkungan. Sebagai motor penggerak roda perekonomian negara maka system ekonomi dalam era perubahan iklim layak memberikan kontribusi optimal.
Cara-cara melindungi lingkungan dalam islam terfokus pada dasar akidah dan akhlak, dimana seseorang muslim percaya bahwa lingkungan adalah tempat yang diciptakan Allah dan dianugerahkan kepada manusia untuk dipelihara, dan mewujudkan penghambaan yang sempurna kepada Allah swt.
Khalifah umar memberikan kontribusi pemikiran dan contoh dalam permasalahan lingkungan yang dapat dijadikan acuan dalam mencari solusi terhadap masalah lingkungan yang ada. Diantaranya adalah :
1. Peringatan-peringatan dasar
Indoesia merupakan negara agraris, hal ini menunjukan bahwa begitu luas lahan yang dimiliki negara ini. Lahan yang luas dan penduduk yang padat membuat pengawasan pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat akan semakin sulit sehingga masyarakat tidak mendapatkan jaminan. Hal ini menjadi salah satu factor penyebab pencemaran lingkungan dan eksploitasi sumber daya alam, karena orang-orang miskin dan kelaparan kadang-kadang bisa merusak lingkungannya, karena mereka berjuang untuk mendapatkan kebutuhan pokoknya. Mereka menebang pohon-pohon di hutan, merusak padang penggembalaan, mengeksploitasi tanah-tanah yang kosong. Akibat dari perilaku tersebut, dalam jangka panjang adalah menjadikan daerah tersebut mengalami masalah lingkungan dan sumber daya alam.
Hal yang menunjukan perhatian Umar Radiyallahu Anhu terhadap lingkungan. Diriwayatkan bahwa pada masa sulit Umar memerintahkan orang-orang badui untuk keluar dari kota madinah dan mengembalikan mereka ke tempat asalnya. Hal tersebut bisa meringankan beban sumber daya alam yang terbatas di madinah yang tidak mencukupi untuk orang-orang badui yang jumlahnya banyak dan binatang ternak mereka yang membutuhkan tempat penggembalaan yang luas, sebagaimana tinggalnya mereka di madinah menyebabkan kepadatan penduduk yang bisa menyebabkan pencemaran lingkungan.
Adapun dalam islam, pengawasan pribadi mempunyai pengaruh yang besar dalam ketaatan menjaga lingkungan. Ketika pengawasan pribadi melemah, ada pengawasan negara dan masyarakat agar perannya sempurna.
2. Keseimbngan Antara Tujuan Pertumbuhan Ekonomi dan Tujuan Menjaga Lingkungan        
Telah diketahui adanya hubungan yang kuat antara investasi ekonomi dan lingkungan, dimana keduanya saling mempengaruhi. Karena itu tidak mungkin memisahkan masalah pertumbuhan ekonomi dan masalah lingkungan. Kebanyakan investor mengeksploitasi sumber daya lingkungan yang dibutuhkan dalam investasi. Kerusakan lingkungan dapat menghambat investasi ekonomi, yaitu dengan rusaknya sumber-sumber ekonomi maka tingkat kualitas menurun dan beban produksi naik. Yang lebih bahaya lagi adalah akibatnya terhadap kesehatan manusia yang merupakan tujuan dan sarana investasi.
Perlindungan terhadap tujuan investasi dan tujuan investasi lingkungan, serta keseimbangan antara keduanya ada dalam ketetapan yang dibuat oleh Umar dengan tidak dibaginya negara yang ditaklukan.  
Di Indonesia sudah mulai diterapkan akan betapa pentingnya menjaga lingkungan dan sumber daya alam. Bank Indonesia memiliki banyak sekali regulasi yang mengatur dunia usaha perbankan namun belum memiliki regulasi yang komplit pada aspek kelestarian lingkungan. PBI No.7/2/PBI/2005 hanya berbicara sedikit tentang aspek lingkungan khususnya Pasal 11 ayat 1 perihal penilaian terhadap prospek usaha dengan meliputi penilaian terhadap komponen-komponen dimana huruf e berbunyi: upaya yang dilakukan debitur dalam rangka memelihara lingkungan hidup. PBI ini belum cukup memadai sebagai petunjuk agar perbankan berkontribusi pada usaha-usaha pelestarian lingkungan. Alangkah lebih baik apabila BI dan Pemerintah membuat semacam mapping proyek-proyek hijau termasuk potensi bisnis di bidang maritim dan biodiversity sehingga perbankan memiliki arah yang jelas untuk menuju sustainable bank.
3. Menjaga Sumber Daya Alam
Interaksi yang buruk dengan sumber daya alam dan bahaya lingkungan yang ditimbulkannya terjadi karena berlebih-lebihan dalam memanfaatkan sumber daya alam atau dengan membiarkan dan tidak memanfaatkannya.
Umar Radiyallahu Anhu tidak pernah membirkan seseorang yang mengeksploitasi sumber daya alam dan menganggap bahwa sumber daya alam yang ada saat ini adalah milik generasi yang akan datang, dari kebanyakan kebijakan yang diambil oleh Ummar ialah menjaga hal tersebut karena merupakan asset yang akan dinikmati ummat selanjutnya.
Diantara hal yang menunjukan perhatian Umar Radiyallhu Anhu terhadap sumber daya alam, disebutkan bahwa Umar tidak memperbolehkan merusaknya walaupun sedikit, dia mengambil benih kurma dan lain sebagainya yang jatuh ke tanah dan menaruhnya dirumah orang agar bisa dimanfaatkan.
Dewasa ini, dengan seiringnya waktu system pendidikan di Indonesia sudah banyak sekali sekolah yang memperkenalkan tentang alam. Hal ini akan dapat membantu masyarakat maupun anak-anak untuk megenal alam dan mengetahui betapa pentingnya sumber daya alam agar tetap terus di jaga dan dilestarikan.
Diantara contoh sebuah perusahaan yang peduli terhadap lingkungan dan sumber daya alam akan memberikan dana CSR (Coporate Social Responsibilty) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga lingkungan hidup yang tidak tercemari, disamping pemanfaatan sumber daya alam ada sebuah usaha untuk tetap menjaga kestabilan lingkungan.
Menjaga alam merupakan usaha untuk menumbuhkan perekonomian suatu bangsa, dimana ketika suatu bangsa kaya dengan sumber daya alam dan mampu memanfaatkannya kesejahteraan untuk masyarakatnya akan tercapai.
4. Memerangi Pencemaran
Pencemaran lingkungan saat ini sudah sangat sulit untuk dibatasi dan diminimalisasi terutama dikota-kota besar di Indonesia, ini menunjukan bahwa kesadaran masyarakat dan ummat islam khususnya, terhadap lingkungan dan sumber daya alam itu semakin rendah. Beberapa contoh yang dapat kita ambil, yaitu udara yang tidak sehat, pembangunan pabrik-pabrik yang seharusnya lahan yang digunakan dijadikan resapan air yang terjadi di kota-kota metropolitan seperti Jakarta dan lain sebagainnya.
Ketidakpedulian manusia terhadap kebersihan berpengaruh pada lingkungan tempat tinggal mereka. Inilah yang mengganggu lingkungan dalam menjaga kehidupan. Krisis yang terjadi saat ini adalah krisis yang diakibatkan oleh factor-faktor manusia itu sendiri.
Ummar Radiyallahu Anhu memerintahkan adanya kebersihan, mulai dari kebersihan badan sampai kebersihan tempat-tempat umum dan lapangan. Dalam kebersihan pribadi, Umar berkata, “Saya tidak suka melihat ahl ibadahyang berbaju putih (baik penampilannya saja). Umar juga memerintahkan membersihkan rumah-rumah, dia berkata, “Wahai manusia, bersihkanlah tempat tinggalmu !”. Diantara bukti perhatian Umar kepada kebersihan umum, Umar menjadikannya sebagai tugas para pegawainya yang dikirim ke berbagai daerah. Ketika Umar datang ke Mekkah, dia mengkampanyekan dengan berkata kepada para penghuni rumah, “Bersihkan halaman rumah kalian”. Lalu Umar bertemu denga Abu Sufyan, dan berkata kepadanya, “Wahai Abu Sufyan, bersihkanlah halaman rumahmu”. Abu Sufyan menjawab, “ Ya, wahai Amirul Mukminin, sampai datang pembantu-pembantu kami.” Kemudian Umar lewat lagi dan melihat rumah itu sebagaimana sebelumnya, maka umar berkata kepada Abu Sufyan, “wahai Abu Sufyan, bukankah aku telah menyuruhmu untuk membersihkan rumahmu”. Abu Sufyanberkata, “Ya, Amirul Mukminin dan kami akan melakukannya apabila datang para pemabntu kami”. Maka Umar mengambil tongkat danmemukulnya diantara telinganya.
Hal yang dilakukan oleh Umar yang diriwayatkan diatas merupakan sebuah pengawasan terhadap lingkungan, bagi seseorang yang melanggar dan mencoba mencemari lingkungan Umar langsung memeranginya dengan cara memberikan sanksi terhadap orang yang melanggarnya.
5. Menjaga Keseimbangan Lingkungan
Menjaga keseimbangan lingkungan merupakan tugas yang sangat mulia karena salah satu tugas manusia adalah menjaga dan melestarikan bumi. Menjaga sumber daya alam salah satunya adalah menjaga tumbuh-tumbuhan dan hewan.  Karena berlebih-lebihan dalam memanfaatkan tumbuh-tumbuhan dan hewan yang ada  dalam lingkungan dan akibatnya yang berupa hilangnya keseimbangan lingkungan dan suber daya alam.
Umar sangat memperhatikan pengembangbiakan tumbuh-tumbuhan dan hewan, dan memerintahkan untuk mengembangkannya. Diantara bukti perhatiannya terhadap lingkungan tumbuhan, diriwayatkan oleh Ammarah bin Khuzaimah bin Tsabit, dia berkata, “Aku mendengar Umar bin Al-Khathab berkata kepada ayahku, ‘Apa yang menghalangimu menanami tanahmu ?’ Ayahku berkata, “Aku adalah orang yang sudah tua, aku akan mati besok,’ Maka Umar berkata, ‘Aku mendorongmua untuk menanaminya.’ Dan aku telah melihat Umar bbin Khathab menanminya dengan tangannya sendiri bersama ayahku.
Menuju ekonomi yang sehat butuh keseriusan dari seluruh pemangku kepentingan di negeri ini tak terkecuali regulator (Pemerintah). Selain komitmen yang kuat dari para pelaku usaha, perlu ditambah dengan kesadaran yang optimal untuk seluruh pelaku ekonomi. Dengan demikian ekonomi yang hijau akan mendapatkan sebuah keuntungan, baik niali ketuhanan maupun niali komesial.


Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda