MENUMBUHKAN KESADARAN MASYARAKAT AKAN PENTINGNYA ZAKAT, INFAK DAN SHODAQOH - SCIED UIKA

Minggu, 05 April 2015

MENUMBUHKAN KESADARAN MASYARAKAT AKAN PENTINGNYA ZAKAT, INFAK DAN SHODAQOH

Oleh : Muhammad Fauzan Alhusaeni

Indonesia merupakan salah satu Negara terbesar di dunia. Disamping itu, Indonesia juga merupakan Negara muslim terbesar di dunia. Walhasil, semakin besar, maka semakin banyak pula permasalahan -  permasalahan yang timbul, sehingga membuat pemerintah harus bekerja ekstra untuk mengatur dan mengkondisikan tatanan dan struktur perencanaan – perencanaan Negara “ Agraris” ini. Berkaitan dengan permasalahan ini, masalah ekonomi merupakan masalah utama yang hinggap pada Negara sedang berkembang ini.
Sebuah negara tidak akan pernah bisa lepas dari berbagai permasalahan yang berhubungan dengan warga negaranya. Terlebih pada negara - negara yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi seperti Indonesia. Masalah ketenagakerjaan, pengangguran, dan kemiskinan Indonesia sudah menjadi masalah pokok bangsa ini dan membutuhkan penanganan segera supaya tidak semakin membelit dan menghalangi langkah Indonesia untuk menjadi negara yang lebih maju. Indonesia sebenarnya sempat menjadi tempat favorit bagi para pengusaha dari luar negeri untuk membangun usaha mereka disini. Ya, dengan alasan murahnya biaya tenaga kerja merupakan salah satu faktor mengapa Indonesia diincar oleh para pengusaha asing. Namun, ternyata hal tersebut tidak diimbangi dengan dukungan positif dari pemerintah tentang pengaturan Undang - Undang investasi dan ketenagakerjaan sehingga malah memunculkan banyak masalah baru sehingga mengakibatkan dampak terparah berupa relokasi tempat usaha ke negara lain. Banyak yang harus dibenahi untuk menyelesaikan masalah ketenagakerjaan.
Selain permasalahan diatas, adanya ketidaksadaran masyarakat akan pentingnya ZIS pun semakin meningkat. Setiap individu yang bekerja, mendapat  penghasilan, seharusnya memiliki kesadaran yang tinggi untuk bisa menafkahkan sebagian hartanya untuk yang lain. Sekurang kurangnya, apabila kesadaran ini muncul, bisa mengurangi tingkat kemiskinan dan pengagguran yang sudah merajalela dimana mana. Namun nyatanya, harapan di atas sangat sulit di realisasikan oleh masyarakat kita, entah apa masalahnya. Padahal, sudah jelas dan gamblang, jauh – jauh hari Allah SWT sudah menyuruh kita agar selalu membantu sesama, baik dari jalur zakat, infak, atau shodaqoh. Bahkan Rasulullah Saw sudah menjadi uswah yang terbaik di muka bumi yang pernah ada. Betapa besar pahala di sisi Allah SWT bagi orang yang senang bersedekah. Memang pada dasarnya, zakat sendiri merupakan bagian harta kita yang wajib diberikan, sesuai nishabnya masing – masing., namun untuk infak dan shodaqoh sendiri, setiap diri kita, miskin atau kaya, mampu atau kurang mampu, sangat dianjurkan untuk selalu berinfak dan bershodaqoh.

Jadi, Zakat, infaq, dan Shadaqah (ZIS) merupakan sumber keuangan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat islam. ZIS inilah yang menjadi sumber keuangan ketika Rasulullah SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah yang kemudian mendirikan Negara islam pertama. Di Era modern saat ini juga ZIS sangat diperlukan bagi umat islam khususnya dalam mengentaskan kemiskinan dan pengangguran yang merupakan permasalahan utama umat islam saat ini.

Menurut data yang diperoleh dari BAZNAS potensi ZIS pada tahun 2011 sebesar 217 triliun rupiah. Ini merupakan jumlah yang sangat besar jika seandainya dapat dikelola secara optimal maka tidak dapat menutup kemungkinan permasalahan kemiskinan dan pengangguran akan dapat teratasi. Namun  sedikit miris jika melihat potensi yang sangat besar 217 triliun rupiah, tetapi yang dapat terkumpul hanya sebesar 1,73 triliun rupiah. Hal ini merupakan bukti bahwasanya kesadaran masyarakat terutama umat islam akan pentingnya membayar zakat masih kurang. Padahal zakat merupakan rukun islam yang menandakan keislaman seseorang seperti halnya syahadat, shalat, puasa, dan haji. Selain itu juga Secara mikro ekonomi zakat dapat meningkatkan gairah ekonomi. Yang mana jika orang membayar zakat maka secara otomatis uang yang beredar dikalangan dhuafa akan bertambah sehingga demand terhadap barang dan jasa akan meningkat sehingga akan meningkatkan aktivitas ekonomi.

Kurangnya kesadaran masyarakat dalam membayar ZIS ini sangat erat kaitannya dengan tingkat keimanan dan pengetahuan seseorang akan pentingnya zakat itu sendiri. Dalam hal ini maka diperlukan untuk mengtasi hal ini.

Pertama, sosialisasi akan pentingnya membayar ZIS terhadap masyarakat luas. Hal ini diharapkan agar semua elemen umat islam seperti da’i, khatib, ormas-ormas islam, serta pemerintah agar turut andil mensosialisasikan akan pentingnya membayar ZIS. Dengan bertambahnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya ZIS ini maka diharapkan keimanan dan kesadaran umat islam akan meningkat dalam membayar ZIS.

Kedua, regulasi atau undang-undang yang tegas terhadap orang yang tidak membayar zakat. Walaupun saat ini sudah ada undang-undang zakat yang memberikan sanksi terhadap muzakki (orang wajib zakat), tetapi secara prakteknya dinilai masih sangat kurang sehingga perlu ketegasan lagi oleh pemerintah dalam mengawal undang-undang zakat ini.

Ketiga, profesionalisme amil atau lembaga zakat dalam mengelola dana ZIS. Profesionalisme amil atau lembaga zakat dalam mengelola dana ZIS merupakan suatu hal yang penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar ZIS. Hal ini sangat erat kaitannya dengan kepercayaan masyarakat itu sendiri. Semakin professional amil atau lembaga zakat dalam mengelola dana ZIS maka masyarakat akan tahu bahwasanya ZIS merupakan suatu hal yang enting.

Dengan tiga hal ini diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) akan menigkat. Dan semua ini tidak akan dapat terealisasi dengan baik tanpa dukungan kita semua(umat islam)    

Wallahu’alam.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda